Beberapa Tantangan Industri Di Indonesia Saat Ini

Beberapa Tantangan Industri Di Indonesia Saat Ini

06/03/2021 0 By publisher

Beberapa Tantangan Industri Di Indonesia Saat Ini

macgregor-sadolin – Kementerian Perindustrian( Kemenperin) terus berusaha menuntaskan berbagai tantangan yang lagi dialami pelaku industri di tanah air, untuk mengakselerasi pengembangan manufaktur nasional supaya lebih beradaya saing di kancah internasional.

“Sedikitnya kami sudah memetakan, ada sembilan tantangan. Kami aktif melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendapatkan jalan keluarnya,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Sabtu (6/3/2021).

Menperin mengatakan 9 tantangan itu, ialah terkait bahan baku serta materi penolong, Infrastruktur, ultilitas, ketersediaan tenaga ahli, tekanan produk impor, limbah plastik sebagai limbah B3, kendala sektor industri kecil menengah (IKM), logistik sektor industri, serta mengenai penguatan basis data sektor industri.

“Kami bertekad untuk menjaga industri dapat bahan baku dan bahan penolong, salah satunya adalah pasokan gas,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Pada Juni 2020, Pemerintah merealisikan penurunan harga gas bumi buat 7 area industri ialah industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, serta sarung tangan karet. “Terdapat 176 perusahaan dari tujuh sektor yang saat ini mendapat fasilitas penurunan harga gas dengan total volume 957,3 ribu hingga 1,18 juta BBUTD,” ungkap Menperin.

Sementara itu, hal tantangan prasarana serta ultilitas, Kemenperin sudah mendesak lewat pembangunan kawasan industri alhasil berkembang dari perkembangan, dari 89 kawasan industri pada 2016 jadi 128 kawasan industri di tahun 2020.

Selanjutnya, terkait penciptaan tenaga ahli sektor industri yang kompeten, Kemenperin menginisiasi program pendidikan dan pelatihan vokasi yang mengusung konsep dual system. “Kami memiliki 9 SMK, 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas dengan 18.743 siswa dan mahasiswa yang ketika lulus telah siap kerja untuk memenuhi kebutuhan industri,” tutur Menperin.