Bu Susi Tolak Impor Beras 1 Ton, Minta Budi Waseso Untuk Fight

Bu Susi Tolak Impor Beras 1 Ton, Minta Budi Waseso Untuk Fight

20/03/2021 0 By publisher

macgregor-sadolin – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali mengutarakan penolakannya atas rencana pemerintah mengimpor 1 ton beras. Ia mengatakan hasil panen dalam negeri tahun ini cukup baik untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Bu Susi Tolak Impor Beras 1 Ton

Susi juga meminta Perusahaan Umum Bulog tidak membuka impor. “Pak Buwas (Direktur Utama Bulog Budi Waseso) panen tahun ini bagus sekali … jangan mau untuk impor … Please Fight Pak,” ujarnya melalui akun Twitter pribadinya, @susipudjiastuti, Kamis, 18 Maret.

Susi Pudjiastuti sudah berkali-kali menyinggung soal rencana impor beras. Ia bahkan meminta Presiden Joko Widodo membatalkannya. Menurut Susi, impor tidak krusial karena petani dalam negeri masih memanen beras dengan stok melimpah. Bos Susi Air itu juga meminta semua pihak, seperti Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan memberikan dukungan kepada Bulog untuk menahan impor.

Pemerintah akan mengimpor 1 juta ton beras. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan impor diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri. Impor tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk memasok beras sebesar 1-1,5 juta ton.

“Pemerintah memandang komoditas pangan itu penting, jadi salah satu yang penting adalah penyediaan beras dengan stok 1-1,5 juta ton, pengadaan daging dan gula, baik untuk konsumsi industri, apalagi lebaran ini menjadi catatan sehingga ketersediaan dan harga benar-benar tersedia untuk masyarakat, “kata Airlangga, 4 Maret lalu.

Berdasarkan pemaparan materi yang disampaikan oleh Airlangga, penyediaan beras dibutuhkan pasca Bansos Beras PPKM, antisipasi banjir, dan pandemi Covid-19. Upaya penyediaan itu antara lain impor beras 500 ribu ton untuk cadangan beras pemerintah dan 500 ribu ton sesuai kebutuhan Bulog.

Namun, Bulog memiliki suara yang berbeda dengan Airlangga. Bahkan, perseroan menyatakan akan memprioritaskan penyerapan produksi dalam negeri untuk menjaga cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 1 hingga 1,5 juta ton.

“Prinsipnya kita prioritaskan dari dalam negeri untuk CBP. Jadi meski sudah mendapat penugasan impor beras 1 juta ton, belum tentu kita lakukan karena kita prioritaskan panen dalam negeri selama Maret-April,” kata Buwas, 15 Maret.

Pada kesempatan lain, Buwas mengungkapkan, penugasan ini tidak diputuskan melalui rapat koordinasi terbatas (Rakortas) lintas kementerian. Ia mengatakan, isu terakhir yang dibahas dalam rakortas hanya mencakup kemungkinan cuaca dan prediksi pasokan pangan.

“Selama Rakortas tidak ada keputusan untuk mengimpor. Hanya kebijakan Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Perdagangan yang akhirnya kami diberikan tugas mendadak untuk melakukan impor,” kata Buwas.

Belakangan, Buwas menyebut pihaknya mendapat pesanan mendadak. Pesanan impor beras tersebut berasal dari Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Airlangga.