RI-Singapura Kerja Sama Di Bidang peningkatan & perlindungan investasi

RI-Singapura Kerja Sama Di Bidang peningkatan & perlindungan investasi

10/03/2021 0 By publisher

RI-Singapura Kerja Sama Di Bidang peningkatan &

perlindungan investasi

macgregor-sadolin – Pemerintah Indonesia serta Singapore mengawali kerja sama di bidang peningkatan dan pelindungan pemodalan. Perihal ini ditandai dengan rampungnya proses ratifikasi Perjanjian investasi Bilateral (Bilateral Investment Treaty/BIT) antara kedua negara.

Sebelumnya, kedua negara sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai BIT pada Oktober 2018 lalu. MoU itu dilanjutkan dengan proses ratifikasi di masing – masing negara.

Permulaan kerja sama bidang investasi itu ditandai dengan alterasi Instrument of Ratification( IOR) ataupun dokumen ratifikasi antara Menteri Luar negeri RI Retno Marsudi serta Menteri Perdagangan serta perushaan Singapore Chan Chun Sing, secara virtual pada Selasa( 9/3).

Dalam kesempatan itu, Retno berkata Singapore ialah mitra kerja investasi utama Indonesia. Pada 2020 lalu, total investasi Singapore ke Indonesia menggapai U$9, 8 miliyar yang ialah negara penyumbang investasi terbesar. Nilai investasi Singapore, tumbuh pesat 50, 76 persen dari US$6, 5 miliyar pada 2019.

“Pertukaran instrumen ratifikasi perjanjian investasi bilateral Indonesia-Singapura ini akan menandai berlakunya perjanjian yang ditandatangani pada 2018,” ujarnya.

Tidak hanya itu, beliau melaporkan perjanjian itu hendak memaksa pemulihan ekonomi dua negara yang terdampak covid- 19. Perkiraannya, investasi dua negara itu dapat bertambah 18 persen- 22 persen dalam lima tahun ke depan melalui perjanjian itu.

Perjanjian itu pula menguatkan perjanjian bisnis sebelumnya, ialah Regional Comprehensive Economic Partnership( RCEP) yang melibatkan 10 negara di Asia Tenggara serta lima negara mitra kerja bisnis negara Asia Tenggara.

“Saya meyakini dua negara akan memperkuat kerja sama untuk memenangkan pertarungan melawan covid-19 termasuk memperkuat pemulihan ekonomi,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menuturkan perjanjian itu bisa memberikan perlindungan dan kepastian bagi investor dua negara.

“Oleh karena itu saya berkeyakinan bahwa hubungan baik Singapura dan Indonesia yang sudah terjalin baik dalam kurun waktu yang sudah terjadi lampau, ke depan semakin baik dengan perpanjangan perjanjian ini,” ucapnya.

ia berkata pemerintah Indonesia sudah menuntaskan UU No 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja beserta regulasi turunannya. Aturan tersebut memberikan kemudahan dan percepatan bagi investor termasuk investor

“Ke depan, dengan implementasi UU Cipta Kerja ini maka proses perizinan akan menjadi sentral via elektronik berbasis OSS dan kemudian berpusat di BKPM,” jelasnya.

Oleh karena itu, beliau mengundang investor Singapore buat menyimpan modalnya di Indonesia. Pemerintah, tutur ia, pula tengah menyiapkan Kawasan Industri Terpadu (KIT) yang amat penting sebab dekat dengan jalan tol serta pelabuhan.

“Cukup investor dari Singapura bawa teknologi, bawa modal, seluruh izin pemerintah Indonesia akan urus,” ucapnya.

Buat Diketahui, realisasi investasi mencapai Rp826, 3 triliun sepanjang 2020. Realisasi itu mencapai 101, 1 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp817, 2 triliun. Jumlah investasi pada periode Januari- Desember 2020 naik 2, 1 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp809, 6 triliun.

Realisasi investasi itu terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp413,5 triliun atau 50,1 persen dari total investasi. Selanjutnya, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp412,8 triliun atau 49,9 persen dari total investasi.