Terkait Impor Beras, Dewan Beras Minta MPR Berdiskusi Dengan Presiden

Terkait Impor Beras, Dewan Beras Minta MPR Berdiskusi Dengan Presiden

24/03/2021 0 By publisher

macgregor-sadolin – Plt Ketua Umum Dewan Beras Nasional Maxdeyul Sola meminta Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad berkomunikasi dengan Presiden Jokowi terkait polemik impor beras 1 juta ton.

Terkait Impor Beras, Dewan Beras Minta MPR Berdiskusi Dengan Presiden

Alasannya, polemik serupa terjadi pada 2006, yang diselesaikan melalui diskusi antara pembuat keputusan legislatif DPR / MPR dan presiden eksekutif.

Mengingat mantan direktur Komisi Beras adalah Agung Laxono, ketua umum Republik Demokratik Rakyat saat itu, ia optimistis bisa mencapai tujuan yang sama. Posisi ini kini dipegang oleh Fadel.

“Ini sangat strategis karena sejalan dengan Presiden. Ini harapan kami. Oleh karena itu, Panitia Beras ingin menyampaikannya kepada Presiden. Pak Fadell mengajukan permintaan ini karena dia Panitia Beras. Pengawasannya bisa dilakukan. dilakukan. ”ujarnya dalam jumpa pers, Selasa (23/23). 3).

Ia kemudian mengatakan, pihaknya akan bertemu langsung dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk membahas dan mengkomunikasikan penentangannya terhadap impor. Petani, sebagian pengusaha dan kepala desa percaya bahwa sikap ini bersatu.

Dia berkata: “Oleh karena itu, suara ini akan kami komunikasikan kepadanya nanti. Kami telah meminta waktu untuk bertemu dengan Menteri Pertanian untuk mengkomunikasikan hal ini.”

Pada kesempatan yang sama, Jafar Hafsah dari Dewan Beras menyayangkan sikap Kementerian dan KL terhadap impor beras yang berbeda.

Hal itu tercermin dari sikap Budi Waseso, Direktur Utama perum Bulog. Ia mengatakan, keputusan impor itu bukan dibuat saat Rapat Koordinasi Nasional, melainkan dari Menteri Koordinator Perekonomian, Allanga Hatta dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Meski menerima penolakan kedua belah pihak, Luthfi tetap berdiri teguh. Ia bahkan mengatakan jika keputusannya salah, ia siap mundur.

Jafar menilai perbedaan pendapat ini menunjukkan bahwa pembelian komoditas pangan, khususnya beras, memiliki motif politik.

Yang menarik, Mendag bersaing. Kalau impor tidak berhasil berarti impor itu merugikan. ‘Saya akan mundur’, wah ini serius. Kita sudah Clear ini kalau beras itu komoditas politik. Di sini letaknya, “katanya.