Dirut BRI Ungkap Rahasia Aset Bisa Tembus 1,5 T Selama Pandemi 2020

Dirut BRI Ungkap Rahasia Aset Bisa Tembus 1,5 T Selama Pandemi 2020

12/03/2021 Off By publisher

Dirut BRI Ungkap Rahasia Aset Bisa Tembus 1,5 T

Selama Pandemi 2020

macgregor-sadolin – Direktur Utama BRI Sunarso mengungkap rahasia dibalik kinerja BRI agar terus mencatat kinerja yang positif dan mempertahankan pelayanan maksimal bagi masyarakat serta pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, terdapat 2 fokus ialah terkait sumber daya manusia ( SDM) perusahaan serta nasabah UMKM.

BRI menaruh pandangan SDM sebagai okus perhatian pertama (People First) selama pandemi, karena menyadari bahwa krisis dan kesulitan yang terjadi saat ini bersumber dari masalah kesehatan. Tanpa penyelamatan dan perawatan SDM (pekerja BRI atau insan BRILian), kemampuan perushaan tidak hendak pulih terlepas dari apapun program serta produk yang dimiliki.

Dalam upayanya memajukan keselamatan serta keamanan para insan Cemerlang selama pandemi, BRI memastikan semua operasional perusahaan selama pandemi dilakukan sesuai protokol kesehatan ketat.

Para pegawai dipastikan harus tetap menjaga jarak, membersihkan tangan, serta mengenakan masker bila bertugas dari kantor. Jumlah insan BRILian yang harus bekerja dari kantor pula aturan yang berlaku di tiap daerah.

“Kerja di kantor menjadi ada giliran, ada WFH. Kemudian operasional tadinya kita tersentralisasi, menjadi split operation. Sudah barang tentu secara operasional ini berdampak pada operational cost naik, nggak apa-apa. Wong namanya juga lagi krisis, dan kita memang sedang melakukan penyelamatan manusianya dulu,” ujar Sunarso.

Kedua, BRI berusaha maksimal menjagag pelaku UMKM dari dampak negatif pandemi. Perhatian besar diberikan perusahaan pada pelaku UMKM sebab kebanyakan nasabah BRI berasal dari segmen ini.

Bersumber pada informasi per akhir 2020, portofolio kredit UMKM BRI sudah mencapai 82, 13 persen dari keseluruhan pembiayaan yang disalurkan perusahaan. Usaha penyelamatan UMKM yang dilakukan BRI serta pemerintah di saat bersamaan terbukti positif, dan dapat dilihat dari penyaluran kredit mikro BRI yang tumbuh double digit atau mencapai 14,18 persen year on year dan pada saat yang sama, penyaluran kredit kecil dan menengah BRI tumbuh 3,88 persen.

Angka ini jauh lebih baik bila dibanding dengan perkembangan kredit nasional di tahun 2020 yang diperkirakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada di kisaran minus 1 hingga 2%.

Bagi Sunarso, UMKM harus jadi fokus penyelamatan sebab bagian ini ialah penopang utma perekonomian nasional. Salah satu langkah yang telah dilakukan BRI buat membantu pelaku UMKM di saat pandemi merupakan memberikan restrukturisasi pembiayaan kepada mereka.

“Puncaknya itu di September, jumlah kredit yang kami restrukturisasi saat itu mencapai Rp197 triliun. Kemudian akhirnya akumulasi itu sudah menurun, akhir 2020 sudah menjadi Rp186 triliun. Artinya, beberapa triliun (pinjaman) yang kami restrukturisasi itu sukses, berhasil, dan itu menyangkut sampai 2,9 juta nasabah di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pilihan BRI buat fokus menjaga SDM( Insan BRILian) serta UMKM terbukti berdampak positif kepada kinerja perusahaan. Buktinya, selama 2020 keseluruhan aset yang dimiliki BRI Group mampu berkembang 6, 7 persen secara tahunan menjadi Rp1. 511, 3 triliun.

Nilai itu menjadikan BRI sebagai salah satunya BUMN serta bank milik negara yang asetnya tembus 1. 500 triliun ataupun terbesar di Indonesia.